PENGENALAN KE JARINGAN
RESUME CHAPTER 7
NETWORK LAYER
IPv4 Addres
Biner
adalah sistem penomoran yang terdiri dari angka 0 dan 1 yang disebut bit. Sebaliknya,
sistem penomoran desimal terdiri dari 10 digit yang terdiri dari angka 0 - 9. Biner
penting bagi kita untuk dipahami karena host,
server dan perangkat jaringan
menggunakan pengalamatan biner yaitu alamat IPv4.
Setiap
alamat IPv4 terdiri dari string 32 bit, dibagi menjadi empat bagian yang
disebut oktet. Setiap oktet mengandung 8 bit (atau 1 byte) yang dipisahkan dengan titik.
Untuk
pemahaman yang kuat tentang pengalamatan jaringan, perlu untuk mengetahui
pengalamatan biner dan mendapatkan keterampilan praktis dalam mengkonversi
antara alamat IPv4 desimal biner dan yang lainnya.
Positional Notation
Belajar
untuk mengkonversi biner ke desimal membutuhkan pemahaman tentang notasi
posisional. Notasi posisi diartikan sebagai digit yang mewakili nilai berbeda
tergantung pada " posisi " digit yang menempati urutan angka. Kita sudah
mengetahui sistem penomoran yang paling umum, sistem notasi desimal (basis 10).
Berikut Decimal Positional Notation seperti
yang ditunjukkan pada gambar berikut ini.
Berikut adalah Binary Positional Notation seperti yang
ditunjukkan pada gambar berikut ini.
Binary to Decimal Conversion
Untuk
mengubah alamat IPv4 biner menjadi ekuivalen bertitik, bagilah alamat IPv4
menjadi empat 8 bit oktet. Selanjutnya, terapkan nilai posisi biner ke nomor
biner oktet pertama dan hitung dengan benar, seperti contoh berikut ini pada
setiap octet alamat IPv4.
Decimal to Binary Conversion
Untuk
memahami cara mengonversi alamat IPv4 desimal bertitik ke biner, haru
mengetahui terlebih dahulu tabel nilai posisi biner. Berikut ini menggambarkan
cara menggunakan tabel untuk mengubah desimal menjadi biner.
Network and Host Portions
Memahami
notasi biner penting ketika menentukan apakah dua host berada dalam jaringan yang sama. Ingat bahwa alamat IPv4
adalah alamat hirarkis yang terdiri dari porsi jaringan dan porsi host. Ketika menentukan porsi jaringan
versus porsi host, perlu untuk melihat
aliran 32 bit, sebagian bit mengidentifikasi jaringan, dan sebagian dari bit
mengidentifikasi host seperti yang ditunjukkan pada gambar.
The Subnet Mask
Ada tiga elemen
yang harus ada ketika mengkonfigurasi alamat IPv4 pada host yaitu :
a.
Alamat IPv4 è Alamat IPv4 unik dari host.
b.
Subnet mask
è Digunakan untuk
mengidentifikasi bagian jaringan/host
dari alamat IPv4.
c.
Default
gateway è Digunakan untuk mengidentifikasi gateway lokal yaitu alamat IPv4 interface router lokal untuk menjangkau
jaringan jarak jauh.
Ketika
alamat IPv4 ditetapkan ke perangkat, subnet
mask digunakan untuk menentukan alamat jaringan di mana perangkat itu
berada. Alamat jaringan mewakili semua perangkat di jaringan yang sama. Untuk
mengidentifikasi bagian jaringan dan host dari alamat IPv4, subnet mask akan dibandingkan dengan bit
alamat IPv4 dari kiri ke kanan, 1s di subnet
mask mengidentifikasi bagian jaringan sementara 0s mengidentifikasi bagian host seperti yang ditunjukkan pada
gambar.
Proses aktual
yang digunakan untuk mengidentifikasi porsi jaringan dan bagian host disebut ANDing.
Logical And
Logika
And adalah salah satu dari tiga
operasi biner dasar yang digunakan dalam logika digital. Dua lainnya adalah OR
dan NOT. Sementara ketiganya digunakan dalam jaringan data, hanya AND yang
digunakan dalam menentukan alamat jaringan. Caranya bisa dilihat pada gambar di
bawah ini untuk menentukkan network
address dengan melakukan and antara
IP address dengan subnet mask.
The Prefix Length
Mengekspresikan
alamat jaringan dan alamat host
dengan alamat subnet mask titik
desimal dapat menjadi hal yang rumit. Untungnya, ada metode singkat pengganti dalam
mengidentifikasi subnet mask yang
disebut prefix length.
Secara
khusus, prefix length adalah jumlah
bit yang diatur ke 1 dalam subnet mask.
Ini ditulis dalam " notasi slash " atau " / " diikuti
dengan jumlah bit yang diatur ke 1. Oleh karena itu, hitung jumlah bit dalam subnet mask dan tambahkan dengan sebuah
garis miring. Contoh pengimplementasian prefix
length bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
Network, Host and Broadcast Addresses
Setiap
network address berisi identifikasi
dari host address dan broadcast address. Adapun penjelasan
dari ketiganya yaitu :
a.
Network Address è Address pertama
dari sebuah network.
b.
Host Address è Address yang
berada di antara network address dan broadcast address atau IP address yang bisa digunakan di jaringan.
c.
Broadcast Address è Address terakhir
dari sebuah network.
Static IPv4 Address Assignment to a Host
Perangkat
dapat diberi alamat IP secara statis atau dinamis. Di jaringan, beberapa
perangkat memerlukan alamat IP statis, seperti printer, server dan
perangkat jaringan lainnya.
Menetapkan
host dengan alamat IP statis umumnya
ditetapkan pada jaringan kecil. Namun, akan memakan waktu untuk memasukkan
alamat statis pada setiap host dalam
jaringan besar. Penting untuk mempertahankan daftar akurat dari alamat IP statis
yang ditetapkan untuk setiap perangkat.
Dynamic IPv4 Address Assignment to a Host
Di
sebagian besar jaringan data, populasi terbesar host termasuk PC, tablet, smartphone,
printer dan telepon IP, seringkali
diberi alamat IPv4 secara dinamis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).
Server
DHCP umumnya menyediakan alamat IPv4, subnet
mask, gateway default dan
informasi konfigurasi lainnya. DHCP umumnya adalah metode yang disukai untuk
menetapkan alamat IPv4 ke host di
jaringan besar. Manfaat tambahan dari DHCP adalah alamat tidak secara permanen
ditugaskan ke host tetapi hanya
" disewakan " untuk jangka waktu tertentu. Jika host dimatikan atau dilepas dari jaringan, alamat dikembalikan ke pool untuk digunakan kembali. Fitur ini
sangat membantu pengguna ponsel yang datang dan pergi di jaringan.
IPv4 Communication
Suatu
host yang berhasil terhubung ke
jaringan dapat berkomunikasi dengan perangkat lain dengan menggunakan salah
satu dari tiga cara yaitu :
a.
Unicast
Unicast adalah Proses mengirim paket dari satu host ke host individu lain, baik di client
atau server ataupun di jaringan peer to peer.
Dalam jaringan IPv4, alamat unicast diterapkan ke perangkat akhir/host address. Untuk komunikasi unicast, alamat yang ditetapkan
untuk dua perangkat akhir digunakan sebagai IPv4 sumber dan tujuan.
Alamat host
unicast IPv4 berada dalam rentang alamat 0.0.0.0 hingga 223.255.255.255.
Namun, dalam rentang ini banyak alamat yang disediakan untuk tujuan khusus.
b.
Broadcast
Broadcast adalah proses pengiriman paket dari satu host ke semua host di jaringan. Dengan broadcast,
paket berisi alamat IPv4 tujuan dengan semua bit nya 1 di bagian host. Ketika sebuah host menerima paket yang dikirimkan ke alamat broadcast jaringan, host harua
memproses paket tersebut seperti layaknya ditujukan ke alamat unicast-nya.
Broadcast dapat diarahkan atau dibatasi agar tidak
memperngaruhi kinerja jaringan dan perangkat. Misalnya, host di jaringan
172.16.4.0/24 mengirim paket ke 172.16.4.255. Broadcast terbatas dikirim ke 255.255.255.255. Secara default, router tidak akan meneruskan broadcast,
karena router memisahkan broadcast domain yang dapat menghilangkan
lalu lintas broadcast yang berlebihan.
c.
Multicast
Multicast adalah proses mengirim paket dari satu host ke grup host tertentu, IPv4 telah memesan alamat 224.0.0.0 hingga
239.255.255.255 sebagai rentang multicast.
Alamat multicast IPv4 224.0.0.0
hingga 224.0.0.255 dicadangkan untuk multicasting
pada jaringan lokal saja.
Router
yang terhubung ke jaringan lokal mengakui bahwa paket-paket ini ditujukan ke
grup multicast jaringan lokal dan
tidak pernah meneruskannya lebih lanjut. Misalnya, 224.0.0.9 adalah alamat multicast yang digunakan oleh Routing Information Protocol (RIP) versi
2 untuk berkomunikasi dengan router
RIPv2 lainnya.
Public and Private IPv4 Addresses
Alamat
IPv4 publik adalah alamat yang secara global dirutekan antara ISP router. Namun, tidak semua alamat IPv4
yang tersedia dapat digunakan di internet. Ada blok alamat yang disebut alamat private yang digunakan oleh sebagian
besar organisasi untuk menetapkan alamat IPv4 ke host internal. Secara khusus, blok alamat private yaitu :
a.
10.0.0.0 / 8
atau 10.0.0.0 hingga 10.255.255.255
b.
172.16.0.0 / 12
atau 172.16.0.0 hingga 172.31.255.255
c.
192.168.0.0 / 16
atau 192.168.0.0 hingga 192.168.255.255
Penting
untuk mengetahui bahwa blok alamat private
tidak diizinkan di internet dan harus disaring/dibuang oleh router internet. Solusinya, menggunakan Network Address Translation (NAT) untuk
menerjemahkan antara IPv4 private dan
IPv4 publik, hal tersebut biasanya dilakukan oleh router yang terhubung di jaringan internal ke jaringan ISP.
Special User IPv4 Address
Ada
alamat tertentu seperti alamat jaringan dan alamat broadcast tidak dapat digunakan oleh host. Ada juga alamat khusus yang dapat digunakan ke host, tetapi dengan pembatasan bagaimana
host dapat berinteraksi dalam
jaringan yang meliputi :
a.
Loopback
address (127.0.0.0/8 atau 127.0.0.1
hingga 127.255.255.254)
Loopback address adalah alamat khusus yang digunakan oleh host untuk mengarahkan lalu lintas ke
dirinya sendiri.
b.
Link-Local
address (169.254.0.0/16 atau 169.254.0.1
hingga 169.254.255.254)
Link-Local address dikenal sebagai Automatic
Private IP Addressing (APIPA) yang digunakan oleh klien DHCP Windows untuk
mengkonfigurasi sendiri jika tidak ada server DHCP yang tersedia dan umumnya berguna
dalam koneksi peer-to-peer.
c.
TEST-NET address (192.0.2.0/24 atau 192.0.2.0
hingga 192.0.2.255)
TEST-NET
address adalah alamat yang disisihkan
untuk tujuan pengajaran dan pembelajaran dan dapat digunakan dalam dokumentasi
dan contoh jaringan.
Catatan :
Untuk
alokasi alamat eksperimen berada di blok 240.0.0.0 hingga 255.255.255.254 yang
dicadangkan untuk penggunaan di masa mendatang.
Legacy Calssful Addressing
Pada
tahun 1981, alamat IPv4 Internet ditugaskan menggunakan pengalamatan yang
berkelas yaitu kelas, A, B, atau C. RFC membagi rentang unicast ke dalam kelas khusus yang disebut :
a.
Kelas A (0.0.0.0/8
hingga 127.0.0.0/8)
Dirancang untuk mendukung jaringan yang sangat besar
dengan lebih dari 16 juta alamat host.
Ia menggunakan prefix /8 dengan oktet
pertama untuk menunjukkan alamat jaringan dan tiga oktet yang tersisa untuk
alamat host.
b.
Kelas B
(128.0.0.0/16 hingga 191.255.0.0/16)
Dirancang untuk mendukung kebutuhan jaringan
berukuran sedang sekitar 65.000 alamat host.
Ia menggunakan prefix /16 dengan dua
oktet menunjukkan alamat jaringan dan dua oktet yang tersisa untuk alamat host.
c.
Kelas C
(192.0.0.0/24 - 223.255.255.0/24)
Dirancang
untuk mendukung jaringan kecil dengan maksimum 254 alamat host. Ia menggunakan prefix tetap
/24 dengan tiga oktet pertama untuk menunjukkan jaringan dan oktet yang tersisa
untuk alamat host.
Catatan :
Ada juga blok multicast Kelas D yang
terdiri dari 224.0.0.0 hingga 239.0.0.0 dan blok alamat eksperimen Kelas E yang
terdiri dari 240.0.0.0 - 255.0.0.0.
Classless Addressing
Pengalamatan
classfull pada akhir 1990-an tidak
lagi digunakan dan digantikan dengan pengalamatan classless atau tanpa kelas. Namun, masih ada sisa-sisa classful dalam jaringan saat ini. Nama
resmi classless addressing adalah Classless Inter-Domain Routing (CIDR).
IETF
mengetahui bahwa CIDR hanyalah solusi sementara dan protokol IP baru untuk
menangani menipisnya alamat IPv4, dan memang harus dikembangkan untuk
mengakomodasi pertumbuhan pesat dalam jumlah pengguna internet. Pada tahun
1994, IETF mulai bekerja untuk menemukan pengganti IPv4, yang akhirnya menjadi
IPv6.
Assignment of IP Address
Untuk
suatu perusahaan atau organisasi dalam mendukung host jaringan seperti server
web yang dapat diakses dari internet, suatu organisasi harus memiliki blok
alamat publik yang ditetapkan. Ingat bahwa alamat publik harus unik, dan
penggunaan alamat publik ini diatur dan dialokasikan ke setiap organisasi
secara terpisah dan berlaku untuk alamat IPv4 dan IPv6.
Internet Assigned Numbers Authority (IANA) adalah organisasi yang mengelola dan mengalokasikan
blok-blok alamat IP, baik IPv4/IPv6 ke Regional
Internet Registries (RIRs).
RIR
bertanggung jawab untuk mengalokasikan alamat IP ke ISP yang pada gilirannya
memberikan blok alamat IPv4 ke organisasi dan ISP yang lebih kecil. Organisasi
bisa mendapatkan alamatnya langsung dari RIR sesuai dengan kebijakan RIR
tersebut.
IPv4 and IPv6 Coexistence
Tidak
ada satu tanggal pun yang pindah ke IPv6. Untuk masa mendatang, baik IPv4 dan
IPv6 akan hidup berdampingan. Transisi ini diperkirakan akan memakan waktu
bertahun-tahun. IETF telah membuat berbagai protokol dan alat untuk membantu
administrator jaringan memigrasikan jaringannya ke IPv6. Teknik migrasi dapat
dibagi menjadi tiga kategori yaitu :
a.
Dual Stack
Dual stack memungkinkan IPv4 dan IPv6 untuk hidup berdampingan
di segmen jaringan yang sama. Perangkat dual
stack menjalankan kedua protokol stack
IPv4 dan IPv6 secara bersamaan.
b.
Tunneling
Tunneling adalah metode pengangkutan paket IPv6 melalui
jaringan IPv4. Paket IPv6 dienkapsulasi di dalam paket IPv4, mirip dengan jenis
data lainnya.
c.
Translation
Network Address Translation 64 (NAT64) memungkinkan perangkat yang mendukung
IPv6 untuk berkomunikasi dengan perangkat yang mendukung IPv4 menggunakan
teknik translation yang mirip dengan
NAT untuk IPv4. Paket IPv6 diterjemahkan ke paket IPv4 dan sebaliknya.
IPv6 Address Representation
Alamat IPv6 memiliki 128
bit dan ditulis sebagai string nilai heksadesimal. Setiap 4 bit diwakili oleh
satu digit heksadesimal dengan total 32 nilai heksadesimal. Alamat IPv6 tidak
berpengaruh terakit huruf besar ataupun kecil dalam penulisannya.
Preferred Format
Format penulisan alamat
IPv6 adalah x: x: x: x: x: x: x: x, dengan setiap " x " terdiri dari
empat nilai heksadesimal. Dalam IPv6, hextet adalah istilah tidak resmi yang
digunakan untuk merujuk ke segmen 16 bit atau empat nilai heksadesimal. Setiap
" x " adalah hextet tunggal.
Contoh IPv6 è
2001:0DB8:0000:1111:0000:0000:0000:0200
Rule 1 – Omit Leading 0s
Aturan
pertama untuk membantu mengurangi notasi alamat IPv6 adalah menghilangkan 0 apa
pun di bagian 16-bit atau hextet. Sebagai contoh:
a.
01AB dapat
direpresentasikan sebagai 1AB
b.
09F0 dapat
direpresentasikan sebagai 9F0
c.
0A00 dapat direpresentasikan
sebagai A00
d.
00AB dapat
direpresentasikan sebagai AB
Aturan
ini hanya berlaku untuk awalan 0, bukan untuk angka 0 diakhir, jika tidak,
alamat akan menjadi ambigu. Misalnya, hextet " ABC " bisa berupa
"0ABC" atau "ABC0", tetapi ini tidak mewakili nilai yang
sama.
Contoh penerapan
omnit leading 0s yaitu :
IPv6 Preffered
2001:0DB8:0000:A300:ABCD:0000:0000:1234
Menjadi
IPv6 No
Leading 0s
2001:DB8:0:A300:ABCD:0:0:1234
Rule 2 – Omit All 0 Segments
Aturan
kedua untuk membantu mengurangi notasi alamat IPv6 adalah menggunakan titik dua
ganda (::) dapat menggantikan string tunggal pada satu atau lebih segmen 16-bit
(hextet) yang terdiri dari semuanya 0s.
Kolon
ganda (::) hanya dapat digunakan satu kali dalam satu alamat, jika tidak, akan
ada lebih dari satu kemungkinan alamat yang dihasilkan. Contoh penggunaan Omnit All 0 Segment yaitu :
IPv6 Preffered
2001:0DB8:0000:A300:ABCD:0000:0000:1234
Menjadi
IPv6 No
Leading 0s
2001:DB8:0:A300:ABCD:0:0:1234
Menjadi
IPv6 Compressed
2001:DB8:0:A300:ABCD::1234
IP Address Types
Ada tiga jenis
alamat IPv6 yaitu :
a.
Unicast è Alamat unicast
IPv6 secara unik mengidentifikasi interface
pada perangkat yang mendukung IPv6.
b.
Multicast è Alamat
multicast IPv6 digunakan untuk
mengirim satu paket IPv6 ke beberapa tujuan.
c.
Anycast
Alamat
anycast IPv6 adalah alamat unicast IPv6 yang dapat ditetapkan ke
beberapa perangkat. Sebuah paket yang dikirim ke alamat anycast akan diarahkan ke perangkat terdekat yang memiliki alamat
itu.
Tidak
seperti IPv4, IPv6 tidak memiliki alamat broadcast.
Namun, ada alamat multicast all-node
IPv6 yang pada dasarnya memberikan hasil yang sama.
IPv6 Prefix Length
IPv6
menggunakan prefix length untuk
mewakili bagian awalan dari alamat. IPv6 tidak menggunakan notasi subnet mask titik desimal tetapi menggunakan
notasi slash “ / “.
Prefix Length
dapat berkisar dari 0 hingga 128. Prefix
Length untuk LAN dan sebagian besar jenis jaringan lainnya adalah /64. Ini
berarti awalan atau bagian jaringan dari alamat adalah 64 bit panjangnya,
menyisakan 64 bit lagi untuk ID interface
(bagian host) dari alamat.
IPv6 Unicast Addresses
Berikut adalah
jenis-jenis IPv6 unicast address yaitu
:
a.
Global unicast
Alamat unicast
global mirip dengan alamat IPv4 publik yang dapat dikonfigurasi secara statis
atau ditetapkan secara dinamis.
b.
Link-local
Alamat link-local
digunakan untuk berkomunikasi dengan perangkat lain pada jaringan yang sama/lokal,
dengan IPv6 link merujuk pada subnet.
Jika alamat link-local
tidak dikonfigurasi secara manual pada interface,
perangkat akan secara otomatis membuat sendiri tanpa berkomunikasi dengan server DHCP.
Sedangkan host
yang mendukung IPv6 akan membuat alamat link-local
IPv6 meskipun perangkat belum ditetapkan alamat IPv6 unicast global. Ini
memungkinkan perangkat yang mendukung IPv6 untuk berkomunikasi dengan perangkat
lain di subnet yang sama menggunakan default
gateway.
c.
Unique Local
Alamat
lokal unik IPv6 memiliki beberapa kesamaan dengan alamat privat di IPv4, tetapi
ada perbedaan yang signifikan. Alamat lokal yang unik digunakan untuk pengalamatan
lokal dalam situs atau antara sejumlah situs terbatas. Alamat-alamat ini
seharusnya tidak dapat dirutekan dalam IPv6 global dan tidak boleh
diterjemahkan ke alamat IPv6 global. Alamat lokal unik berada dalam rentang
FC00::/7 hingga FDFF::/7.
Structure IPv6 Global Unicast Address
Stuktur
IPv6 global unicast address diawali
dengan tiga bit pertama 001 atau 2000::/3. Dengan kata lain, digit heksadesimal
pertama dari alamat GUA akan dimulai dengan angka 2 atau 3. Untuk alamat
2001:0DB8::/32 telah disediakan untuk keperluan dokumentasi, termasuk digunakan
dalam contoh.
Alamat unicast global memiliki tiga bagian
yaitu :
a.
Global Routing Prefix
Global routing prefix adalah network
portion yang ditetapkan oleh penyedia/ISP. Biasanya, RIR menetapkan prefix routing global /48 untuk
pelanggan. Ukuran prefix routing global
menentukan ukuran ID subnet.
a.
Subnet ID
Subnet ID digunakan oleh organisasi untuk
mengidentifikasi subnet di dalam situsnya. Semakin besar subnet ID, semakin
banyak subnet yang tersedia.
b.
Interface ID
Interface ID IPv6 setara dengan bagian host dari alamat IPv4. Istilah interface
ID digunakan karena satu host mungkin
memiliki beberapa interface. Sangat
disarankan bahwa dalam banyak kasus /64 subnet harus digunakan.

Komentar
Posting Komentar